Sabtu, 26 Juli 2008

MAUNYA SIH BELANJA SEPUASNYA TETAPI.......

Rabu 27 Pebruari 2008
Kunjungan pertama hari ini adalah ke Tokyo Institute Of Tourism. Kesan pertama begitu masuk halaman Perguruan Tinggi ini waow megah banget, woow luas banget dan berlantai 4 atau 5 dan bersih banget. Selanjutnya kami dibawa oleh panitia yang menerima ke Kafe milik Institute, kita disuguhi minuman kaleng atau botol dingin dan minumnya di halaman luar terbuka tanpa atap didepan kafe itu. Waktu itu sinar matahari sudah tinggi tetapi tidak terasa panas menyengat seperti di Negara kita, mungkin karena matahari tidak tepat ditengah ubun-ubun posisi matahari miring. Ada beberapa Program disekolah ini, Perhotelan, Tour and Travel, Wedding. Konsep sekolah ini adalah melayani kebutuhan pasangan muda Jepang mulai dari pesta pernikahan dan Hony moon tournya.

Uniknya dikelas masing-masing jurusan diseting seperti kondisi pekerjaan sebenarnya. Misalnya Travel dikelasnya diseting seperti kantor travel, Kelas Perhotelan diseting seperti hotel misal bartender, kelas Transportation diseting seperti cabin pesawat, handling barang di bandara, atau diseting bus pariwisata, Wedding diseting seperti salon kecantikan lengkap dengan sebagala pernak perniknya, Kelas Entertain, diseting seperti studio musik dan pertunjukan. Pembelajaran dikelas semuanya berbasis IT lengkap dengan peralatan yang siap pakai dan modern. SMK SBI yang sekarang dirintis di Indonesia menuju seperti itu walaupun sekarang masih sedang harus berjuang keras, sebab dari berbagai segi sekolah di Indonesia belum seperti itu. Ada satu mahasiswa kuliah disini ambil program Business 2 tahun. Anak Sumatra ini keturunan Cina sekolah disini memang orang tuanya cukup kaya mampu dan mendukungnya.

Hari ini kunjungan dilanjutkan ke Pusat perbelanjaan Odaiba, Seperti pusat Perbelanjaan di Ginza, walaupun katanya Grace disini lebih murah dibanding dengan di Ginza, tetap saja masih mahal juga. Bila dibanding dengan harga-harga di Indonesia Contoh tustel digital semacam milik saya di Indonesia seharga Rp 2.300.000, di Jepang Rp 4.000.000,- padahal saya mau beli tustel untuk oleh-oleh, tetapi karena mahal tidak jadi. Pak usman dari Takengon Aceh juga ingin beli Note book untuk putranya juga gagal karena setelah dihitung-hitung lebih baik beli di Jakarta saja. Sudahlah menurut saya belanja di Indonesia itu masih termasuk enak dan murah, memang sih mutu barang yang dijual disini belum tentu Made in Jepang asli alias tembakan. pokoknya Indonesia my country is my love.

Belanja di Asakusa Temple lain lagi, disini khusus menjual souvenir khas Jepang. Harga barang paling murah disini adalah gantungan HP atau Gantuangan kunci seharga Rp 180.000,00 atau 200 Yen. Asakusa Temple adalah tempat ibadah umat Buda, semacam saolin temple di Cina. Disini ada banyak stand peramal, ada air suci yang dipercayai oleh banyak pengunjung dapat memberikan mukjizat, misal sehat bila minum air disitu, ada pula tempat pedupaan besar yang asapnya selalu mengepul dan berbau kemenyan, bila orang berdoa dan mengajukan permohonan bisa terkabul. Bagi saya senang belanja kesitu karena ingin belanja souvenir untuk teman-teman disekolah yang memang banyak sekali standnya untuk itu. Sebetulnya saya ingin sekali minum sake yang dijual bebas disitu, tetapi saya ragu ini termasuk minuman keras apa bukan maka saya tidak jadi beli.

Tidak ada komentar: